>
ID | EN
Tekan Enter Untuk Mencari
MENU   ☰
ID EN
Kinerja Triwulan 3 meningkat, Pupuk Indonesia Terus Kembangkan Diri Kinerja Triwulan 3 meningkat, Pupuk Indonesia Terus Kembangkan Diri

Kinerja Triwulan 3 meningkat, Pupuk Indonesia Terus Kembangkan Diri

Kinerja Triwulan 3 meningkat, Pupuk Indonesia Terus Kembangkan Diri

Komitmen Pupuk Indonesia untuk menjadi garda terdepan ketahanan pangan Nasional terus dibuktikan melalui kinerja positif di triwulan III 2018. Penjualan pupuk hingga September 2018 mencapai 8,956 Juta Ton atau meningkat 7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. “Penjualan pupuk untuk sektor PSO, yaitu penyaluran pupuk bersubsidi ke sektor tanaman pangan, hingga saat ini sudah mencapai 6.633.982 ton, atau meningkat lebih dari 300 ribu ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu.”, demikian diungkapkan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (persero), Aas Asikin Idat, di Bontang. “Ini artinya, Pupuk Indonesia tetap memprioritaskan kebutuhan pupuk untuk pangan dalam mengamankan kebutuhan petani dan juga penyaluran pupuk bersubsidi semakin efektif dan dapat diterima oleh petani yang berhak memperolehnya”, tambahnya lagi.

Peningkatan penjualan tersebut juga tidak bisa dilepaskan dari peningkatan penjualan ekspor pupuk dan amoniak yang tinggi yaitu mencapai 770 ribu ton pupuk dan 439 ribu ton amoniak dengan nilai penjualan USD332 juta atau meningkat 60% dari tahun 2017. Sedangkan penjualan sampai akhir tahun 2018 diproyeksikan mencapai total 1,588 juta ton dan amoniak 630 ribu ton dengan nilai total USD650.563.913. Namun Aas menegaskan bahwa prioritas utama Perusahaan tetap untuk memenuhi kebutuhan sektor tanaman pangan dalam rangka penugasan PSO. “Ijin ekspor hanya bisa keluar jika kebutuhan dan stok dalam negeri sudah aman.”, tegas Aas. Tidak hanya ekspor, penjualan ke sektor non subsidi, khususnya perkebunan, juga mengalami kenaikan menjadi 1.552 juta ton, atau naik sekitar 200 ribu ton dibandingkan periode yang sama pada 2017.

Selain peningkatan penjualan, kinerja produksi juga lebih baik dibandingkan 2017. “Total produksi pupuk meningkat 12%. Saat ini produksi kami sudah mencapai 5.645 juta ton untuk semua jenis pupuk, dan 4,346 juta ton untuk produksi amoniak”, kata Aas. Efisiensi pemakaian bahan baku gas, juga terus ditingkatkan. “Rasio konsumsi gas kami saat ini 28,5 MMBTU per ton, lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Ini artinya pabrik-pabrik kami bisa berjalan lebih baik dan efisien sehingga bisa menghemat bahan baku. Penghematan ini ujungnya juga akan berimbas pada harga pokok produksi, yang sekaligus akan mengurangi beban subsidi Pemerintah”, kata Aas.

 

Program Pengembangan ke Depan

Menghadapi era disrupsi, PT Pupuk Indonesia (Persero) terus mengembangkan diri untuk meningkatkan daya saing khususnya di pasar global. Aas mengungkapkan bahwa perusahaan telah menyiapkan sejumlah langkah untuk terus berkembang, antara lain melalui program pengembangan NPK, pengembangan produk baru, pengembangan bahan baku NPK, peningkatan daya saing produk, pengembangan bisnis non pupuk, penataan anak-anak perusahaan serta riset terintegrasi.

“Ke depan, kami akan lebih memprioritaskan  pada pengembangan produk selain urea. Hal ini karena saat ini pasar urea dunia sudah mengalami oversupply. Disamping itu, prospek bisnis pupuk pun masih menjanjikan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan berkurangnya lahan pertanian. Dibutuhkan jenis pupuk yang lebih baik dalam meningkatkan produktivitas tanaman, dan salah satunya adalah lewat pengembangan pupuk NPK”, demikian menurut Aas. Beberapa waktu lalu, Pupuk Indonesia telah meluncurkan Program Proyek NPK 2,4 juta ton, yaitu peningkatan kapasitas produksi NPK dari 3,1 juta menjadi 5,5 juta ton hingga tahun 2021 mendatang. “Di luar proyek tersebut, kita juga akan membangun Pabrik Phonska 5 di Petrokimia Gresik dengan kapasitas 500 ribu ton per tahun”, kata Aas. Dengan kapasitas produksi yang nantinya bisa mencapai 6 juta ton per tahun ini, Aas optimis dapat menguasai pasar NPK dalam negeri, khususnya untuk sektor perkebunan. “Disamping juga semakin memantapkan pemenuhan kebutuhan pupuk dalam rangka ketahanan pangan nasional”, kata Aas.

Guna menunjang produksi NPK, Pupuk Indonesia juga perlu melakukan pengamanan pasokan bahan baku. “Kami berencana membangun pabrik asam fosfat dan asam sulfat di Lhoksemauwe, serta mengupayakan penguasaan bahan baku dengan membeli perusahaan tambang rock phosphate, KCl, dan produsen DAP”, kata Aas.

Selain NPK, Pupuk Indonesia juga akan terus mengembangkan produk baru non pupuk. Antara lain melalui pembangunan pabrik ammonium nitrat di Pupuk Kaltim sebesar 75 ribu ton. “Pabrik ini dibangun bekerjasama dengan sesama BUMN, yaitu PT Dahana”, ujar Aas. Selain itu, Pupuk Indonesia juga akan mengembangkan bisnis petrokimia seperti ethylene dan polyethylene yang rencananya akan dibangun di Bintuni dan juga pengembangan methanol di Bontang.

Peningkatan Daya Saing

Salah satu faktor kunci keberlangsungan industri pupuk ke depan adalah dengan meningkatkan daya saing dengan menekan biaya produksi. “Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan efisiensi pabrik. Kami sudah melakukan revitalisasi dengan mengganti pabrik-pabrik yang sudah tua dengan pabrik baru yang lebih canggih dan hemat energi.”, jelas Aas. Ia juga menambahkan bahwa pabrik Amurea 2 di Petrokimia Gresik yang berkapasitas produksi 570 ribu ton per tahun telah rampung dan siap berproduksi. “Ke depan, kami juga akan membangun pabrik mendekati sumber bahan baku gas sehingga dapat memperoleh harga bahan baku gas yang lebih bersaing. Salah satunya adalah pengembangan proyek di Senoro”, tambahnya.

“Penataan anak-anak perusahaan juga akan menjadi prioritas kami”, kata Aas. Anak-anak perusahaan ini akan terus ditata melalui peningkatan sinergi, menciptakan perusahaan afiliasi serta optimalisasi asset. “Kegiatan riset produk juga akan terus kami integrasikan sehingga tidak tumpang tindih dan lebih fokus pada kebutuhan konsumen dan pasar”, tambahnya.

X
Hasil Pencarian Untuk:
search
Pusat Pelayanan Pelanggan 0-800-100-800-1

Pusat Pelayanan Pelanggan

Kantor Pusat:
Jl. Taman Anggrek Kemanggisan Jaya
Jakarta, 11480
Indonesia

Hotline: +62 800 100 800 1
SMS: +62 822 100 100 81

Telepon: +62 21 536 54 900
Faksimili: +62 21 8064 7955

E-mail:
info@pupuk-indonesia.com

Cek Status Aduan
close

Pusat Pelayanan Pelanggan

alert Tidak boleh dibiarkan kosong
alert Mohon Isi email dengan format yang benar
alert Tidak boleh dibiarkan kosong

Kantor Pusat:
Jl. Taman Anggrek Kemanggisan Jaya
Jakarta, 11480
Indonesia

Hotline: +62 800 100 800 1
SMS: +62 822 100 100 81

Telepon: +62 21 536 54 900
Faksimili: +62 21 8064 7955

E-mail:
info@pupuk-indonesia.com

Instagram: @pt.pupukindonesia
Twitter: @pupuk_indonesia
Facebook: PT Pupuk Indonesia
PT Pupuk Indonesia Customer Care
Youtube: —
Google+: —

close

Terima Kasih

Telah Menghubungi

PUPUK INDONESIA

top
BACK TO TOP