ID | EN
Tekan Enter Untuk Mencari
MENU   ☰
ID EN
Begini Hitungan Pengusaha Pupuk Kalau Harga Gas Turun Begini Hitungan Pengusaha Pupuk Kalau Harga Gas Turun

Begini Hitungan Pengusaha Pupuk Kalau Harga Gas Turun

Jakarta - Industri pupuk dalam negeri membeli gas dengan harga sekitar US$ 6,25 per MMbtu. Sedangkan harga gas untuk industri pupuk di negara lain seperti Malaysia US$ 4 per MMBtu sehingga pelaku industri inginkan harga gas sekitar US$ 2-4 per MMbtu. 

Agar bisa bersaing, Sekjen Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia, Dadang Heru Kodri mengatakan, harga gas di Indonesia harusnya bisa ditekan minimal sama dengan di Malaysia.

"Industri pupuk perlu mendapatkan harga US$ 2- US$ 4 per MMbtu sesuai dengan mayoritas harga gas di dunia untuk industri pupuk," ujar di Kemenperin, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (22/9/2016).

Ia bahkan sudah melakukan perhitungan bila harga gas untuk industri pupuk bisa ditetapkan sebesar US$ 2- US$ 4 per MMbtu.

Dadang mengatakan kontribusi harga gas terhadap biaya produksi urea nasional sebanyak 72%. Dengan harga gas untuk industri pupuk di Indonesia saat ini sekitar US$ 6,25 per MMBtu, biaya produksinya berada di kisaran US$ 250 per ton. Apabila harga gas turun, maka bisa menekan biaya produksi hingga US$ 45 per ton.

"Saat ini biaya produksi telah di kisaran US$ 250 per ton, apabila harga di bawah US$ 4 per MMBtu akan menurunkan biaya produksi urea sebesar US$ 45 per ton atau menjadi US$ 205 per ton," kata Dadang.

Hal tersebut, sambung dia, menunjukkan betapa pentingnya pengendalian harga gas ini bagi industri pupuk.

Biaya produksi yang mahal, juga membuat harga jualnya mahal, masuknya urea impor bahkan bisa membuat ketergantungan dengan negara lain. Hal ini justru membahayakan dan mengganggu kedaulatan pangan karena jadwal pasokannya tidak pasti, dapat dijadikan alat politik negara eksportir pupuk (embargo), harga dapat dipermainkan, kualitas pupuknya tidak terjamin.

Ia mengatakan saat ini industri mengeluh soal harga gas dan pasokan gas jangka panjang. Sebagian kontrak gas akan habis dalam kurun waktu 2016-2018 untuk industri pupuk sehingga perlu ada perpanjangan untuk menjamin keberlangsungan industri pupuk nasional. (dna/dna)

X
Hasil Pencarian Untuk:
search
Pusat Pelayanan Pelanggan 0-800-100-800-1

Pusat Pelayanan Pelanggan

Kantor Pusat:
Jl. Taman Anggrek Kemanggisan Jaya
Jakarta, 11480
Indonesia

Hotline: +62 800 100 800 1
SMS: +62 822 100 100 81

Telepon: +62 21 536 54 900
Faksimili: +62 21 8064 7955

E-mail:
info@pupuk-indonesia.com

Cek Status Aduan
close

Pusat Pelayanan Pelanggan

alert Tidak boleh dibiarkan kosong
alert Mohon Isi email dengan format yang benar
alert Tidak boleh dibiarkan kosong

Kantor Pusat:
Jl. Taman Anggrek Kemanggisan Jaya
Jakarta, 11480
Indonesia

Hotline: +62 800 100 800 1
SMS: +62 822 100 100 81

Telepon: +62 21 536 54 900
Faksimili: +62 21 8064 7955

E-mail:
info@pupuk-indonesia.com

Instagram: @pt.pupukindonesia
Twitter: @pupuk_indonesia
Facebook: PT Pupuk Indonesia
PT Pupuk Indonesia Customer Care
Youtube: —
Google+: —

close

Terima Kasih

Telah Menghubungi

PUPUK INDONESIA

top
BACK TO TOP