Pupuk Indonesia Jamin Ketersediaan Pupuk Bersubsidi di Jawa Tengah
Tegal, 4 Juni 2026 - PT Pupuk Indonesia (Persero) menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi di wilayah Jawa Tengah. Para petani dapat menebus dengan mudah, karena pupuk bersubsidi telah tersedia sesuai dengan alokasi yang ditetapkan Pemerintah.
Regional CEO 2 Pupuk Indonesia, Muhammad Ihwan F. menyampaikan bahwa, untuk menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan pupuk subsidi, Pupuk Indonesia menerapkan skema pasokan yang fleksibel antarwilayah.
"Setiap gudang yang berada di wilayah kerja Pupuk Indonesia tidak hanya diperuntukkan untuk daerah tersebut. Kami menganut asas fleksibilitas, artinya bila ada kebutuhan tambahan pasokan, petani wilayah tersebut tidak perlu khawatir karena akan tetap dipasok melalui gudang yang ada di sekitar," ujar Ihwan dalam kunjungannya di Gudang Purwahamba, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis (4/6/2025).
Asas fleksibilitas, tambah Ihwan, juga berlaku antarpabrik. Pasokan pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Tegal dapat dikirim dari anak usaha Pupuk Indonesia manapun apabila dibutuhkan, sehingga kebutuhan petani tetap terpenuhi secara tepat waktu.
"Paling utama kebutuhan petani itu tercukupi, tidak ada kendala apalagi pada saat musim tanam. Dengan skema fleksibilitas ini, petani tidak perlu khawatir, petani dapat menggunakan pupuk bersubsidi sebaik-baiknya untuk ketahanan pangan dan swasembada pangan yang sudah dicanangkan Pemerintah," tandas Ihwan.
Lebih lanjut ia juga menjelaskan, selain fleksibilitas, Pemerintah sebelumnya juga telah menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen mulai Oktober 2025 untuk kemudahan akses petani terhadap pupuk bersubsidi. Penurunan ini bentuk keberpihakan Pemerintah kepada petani, terlebih di tengah kondisi geopolitik dan ancaman krisis pangan global.
"Tidak boleh petani menebus pupuk bersubsidi lebih dari HET. Jika ada yang menemukan melebihi HET tolong diperiksa dulu apakah di kwitansi itu ada biaya angkut, iuran kelompok, sementara untuk harga pupuknya sendiri sesuai dengan HET," ungkap Ihwan.
Ia pun memastikan, petani di 2026 tidak perlu khawatir terkait HET pupuk subsidi di tengah melemahnya nilai tukar Rupiah. Pupuk Indonesia menjamin tidak ada kenaikan harga di tahun 2026. Hal ini bentuk kepedulian Pemerintah membantu petani dalam berbudidaya dan mencapai swasembada pangan.
Kemudahan-kemudahan ini menjadikan realisasi penebusan pupuk bersubsidi meningkat. Hingga 3 Juni 2026, tingkat penebusan pupuk subsidi di Jawa Tengah mencapai 701.670 ton atau setara dengan 49% dari total alokasi 2026 untuk Jawa Tengah.
Sementara itu, untuk menjaga penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Tengah berjalan semakin lancar, Pupuk Indonesia menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 45.373 ton. Stok per 3 Juni 2026 itu berada dalam kondisi aman dengan rincian Urea sebesar 19.017 ton, NPK 21.768 ton, Organik 3.719 ton, ZA 636 ton, dan pupuk SP-36 233 ton.
Adapun untuk wilayah Tegal, stok pupuk tercatat sebesar 1.693 ton, terdiri dari Urea 1.149 ton, NPK 317 ton, Organik 210 ton dan ZA 17 ton. Jumlah tersebut mencukupi untuk mendukung kebutuhan musim tanam petani di Tegal.
"Jadi stok yang ada di gudang ini bisa mencukupi selama 3 minggu ke depan, tidak perlu khawatir para petani tentang pupuk subsidi," tutupnya.