Pupuk Indonesia & Pertamina Jajaki Potensi Sinergi untuk Ketahanan Energi–Pangan Nasional

  • Diposting oleh User01
  • 3 Juli2026
  • 10:06WIB
Caption

Jakarta, 2 Juli 2026 - PT Pupuk Indonesia (Persero) dan PT Pertamina (Persero) memperkuat kolaborasi untuk mendukung ketahanan energi dan ketahanan pangan melalui penjajakan kerja  sama di bidang pengembangan metanol, clean ammonia, pemanfaatan gas bumi, dan energi baru terbarukan. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi dan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri di Jakarta, Rabu, (1/7/2026).

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan kedua perusahaan akan mengoptimalkan potensi masing-masing untuk membangun rantai nilai industri yang lebih terintegrasi, mulai dari penyediaan energi, pemanfaatan gas bumi, hingga pengembangan produk hilir bernilai tambah. Menurutnya, kolaborasi antar-BUMN menjadi kunci untuk memperkuat daya saing industri sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional.

"Sebagai produsen Urea terbesar di Asia, Timur Tengah, dan Afrika Utara, Pupuk Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam mengolah gas bumi sebagai bahan baku utama industri pupuk dan petrokimia. Sementara itu, Pertamina memiliki kekuatan besar di sektor energi nasional. Kolaborasi ini membuka ruang bagi kedua perusahaan untuk menjajaki berbagai peluang kerja sama strategis, mulai dari pengembangan metanol, optimalisasi pemanfaatan gas bumi, hingga pengembangan energi baru terbarukan," ujar Rahmad.

Melalui nota kesepahaman ini, Pupuk Indonesia dan Pertamina akan menjajaki berbagai peluang kerja sama strategis, mulai dari pengembangan metanol dan produk kimia lainnya, penyediaan serta pemanfaatan gas bumi untuk menghasilkan produk bernilai tambah, hingga pengembangan energi baru dan energi bersih seperti green hydrogen dan green ammonia. Ruang lingkup kerja sama juga mencakup pengembangan teknologi pendukung industri serta berbagai peluang kolaborasi lain yang mendukung penguatan sektor energi dan industri nasional.

“Ke depan, ketahanan pangan dan ketahanan energi tidak dapat lagi dipandang sebagai dua hal yang terpisah. Keduanya saling terkait dan menjadi fondasi utama bagi kedaulatan bangsa. Karena itu, sinergi antara Pupuk Indonesia dan Pertamina menjadi langkah strategis untuk memperkuat kedua aspek tersebut secara bersamaan,” kata dia.

Menurut Rahmad, kolaborasi ini bukan hanya akan menghadirkan efisiensi operasional bagi kedua perusahaan, tetapi juga memperkuat fondasi industri nasional. Sinergi antara sektor energi dan industri pupuk akan meningkatkan keandalan pasokan bahan baku, mempercepat hilirisasi sumber daya alam, meningkatkan daya saing industri nasional, serta mendukung implementasi Asta Cita Pemerintah di bidang ketahanan energi dan ketahanan pangan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengatakan bahwa sinergi ini merupakan wujud Asta cita Presiden Republik Indonesia, khususnya membangun kemandirian bangsa melalui swasembada energi dan pangan. Menurutnya, sinergi kedua BUMN menjadi semakin penting karena masing-masing memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan sektor energi dan pangan nasional.

“Tidak ada bangsa yang benar-benar berdaulat tanpa energi. Dan tidak ada bangsa yang benar-benar kuat tanpa pangan. Karena itu, sinergi Pertamina dan Pupuk Indonesia merupakan dua fondasi utama kedaulatan Indonesia yakni energi dan pangan,” kata Simon.

Baca Juga