ID | EN
Tekan Enter Untuk Mencari
MENU   ☰
ID EN

WHISTLEBLOWING SYSTEM (WBS)

01
Kebijakan WBS Pupuk Indonesia

WBS merupakan media pengaduan bagi pihak eksternal dan internal yang disediakan Perusahaan secara online (anonim) dan offline yang keduanya bersifat rahasia, dengan tujuan untuk dapat digunakan dalam mengoptimalkan peran serta insan Perusahaan dan pihak eksternal dalam mengungkapkan dugaan pelanggaran yang terjadi di lingkungan Perusahaan.

Pupuk Indonesia telah menetapkan kebijakan tentang WBS yaitu Pedoman Sistem Pelaporan (WBS), yang telah diterpakan sejak tahun 2014. Pedoman tersebut telah dimutakhirkan pada tahun 2019 melalui Pedoman Sistem Pelaporan Pelanggaran (WBS) Nomor Dokumen PI-TKK-PD-004 Rev.1 tanggal 14 Agustus 2019 dan Prosedur Pengelolaan Sistem Pelaporan Pelanggaran (WBS) Nomor Dokumen PI-TKK-PR-003 Rev.1 tanggal 14 Agustus 2019.

Integrasi WBS Pupuk Indonesia dengan KPK RI

Dalam rangka pengembangan Sistem WBS Perusahaan yang terintegrasi dengan sistem pengawasan KPK dan sebagai tindak lanjut atas surat Sekretaris Kementerian BUMN Nomor: S-489/S.MBU/12/2020 tanggal 22 Desember 2020 perihal Perjanjian Kerjasama WBS di BUMN dengan KPK, maka telah dilakukan penandatangan Perjanjian Kerjasama antara Komisi Pemberantasan Korupsi dengan PT Pupuk Indonesia (Persero) Nomor 79 Tahun 2021 dan Nomor 018/A/PA.08.01/E42/SP/2021 tanggal 2 Maret 2021 tentang Penanganan Pengaduan terkait Tindak Pidana Korupsi dalam Upaya Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

02
Prinsip Dasar WBS Pupuk Indonesia

WBS Perusahaan diterapkan dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip berikut: 

  1. Kepastian Hukum, Pelaksanaan Sistem Pelaporan Pelanggaran (WBS) mengutamakan landasan peraturan perundangundangan dan ketentuan internal yang berlaku, serta mempertimbangkan aspek kepatutan dan kewajaran, dan dapat memberikan perlindungan bagi pihak terkait.
  2. Efektif, Penerapan Sistem Pelaporan Pelanggaran (WBS) dilakukan dengan terstandarisasi dan taat hukum mengacu pada ketentuan umum yang ada di dalam Pedoman Sistem Pelaporan Pelanggaran dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  3. Efisien, Aktivitas pelaporan pelanggaran dilakukan dengan tetap memperhatikan penggunaan berbagai sumber daya dan/atau perangkat perusahaan secara efisien dalam mendukung pelaksanaan.
  4. Transparan, Penerapan Sistem Pelaporan Pelanggaran (WBS) harus menjunjung tinggi transparansi informasi pada pihak berwenang apabila mengetahui terdapat penyimpangan dari pelaksanaan proses bisnis yang berlaku.
  5. Akuntabel, Penerapan Sistem Pelaporan Pelanggaran (WBS) harus menjunjung tinggi kebenaran atas data dan informasi yang disampaikan dan pertanggungjawabannya.
  6. Kehati-hatian, Dalam pelaksanaan Sistem Pelaporan Pelanggaran (WBS) harus berpegang pada asas kehati-hatian, yakni dengan memperhitungkan dampak/risiko yang terkecil bagi Perusahaan dan/atau Pejabat/Personel terkait.
  7. Non Diskriminatif, Setiap Insan Perusahaan memiliki hak yang sama untuk dapat melaporan pelanggaran yang dilakukan oleh setiap Insan Perusahaan yang terjadi di lingkungan Perusahaan sesuai dengan bentuk tindakan pelanggaran yang dapat dilaporkan melalui Sistem Pelaporan Pelanggaran (WBS).
  8. Itikad Baik, Setiap pelaporan pelanggaran dilakukan atas dasar itikad baik dengan tujuan untuk kepentingan Perusahaan, bukan dilakukan atas dasar fitnah atau tanpa dasar/ bukti.
  9. Kerahasiaan dan Perlindungan terhadap Pelapor, Dalam melakukan proses tindak lanjut atas setiap pengaduan, Sistem Pelaporan Pelanggaran (WBS) ini menjaga kerahasiaan serta asas praduga tidak bersalah.

03
Ruang Lingkup WBS Pupuk Indonesia

Perusahaan memberikan batasan yang jelas untuk setiap pelaporan yang dapat diproses lebih lanjut oleh WBS, yaitu kategori tindakan yang dapat merugikan Perusahaan, meliputi: penyimpangan terhadap Pedoman Etika dan Perilaku serta Peraturan Perusahaan, benturan kepentingan, kecurangan, korupsi, pencurian, penggelapan, suap, pemerasan, penipuan, dan gratifikasi ilegal. Untuk kategori lainnya, pengaduan dapat disampaikan melalui saluran pengaduan lain yang disediakan oleh Perusahaan.

Sistem Pelaporan Pelanggaran hanya akan menindaklanjuti pengaduan atas perbuatan/tindakan tersebut di atas. Untuk pengaduan lainnya, seperti pengaduan terkait dengan K3LH, SDM, dan fasilitas Perusahaan, dapat disampaikan kepada pihak terkait dengan menggunakan mekanisme pelaporan lain yang berlaku di Perusahaan.

04
Pengelola WBS Pupuk Indonesia

Perusahaan menetapkan Tim Penanganan Aduan (TPA) yang ditugaskan dalam pengelolaan WBS. Tugas dan tanggung jawab TPA sekurang-kurangnya meliputi, namun tidak terbatas pada: 

  1. Melakukan klarifikasi atas aduan pelanggaran yang disampaikan pelapor; 
  2. Mengkoordinasi pengungkapan tindak lanjut aduan pelanggaran dan perlindungan pelapor; 
  3. Melakukan reviu dan evaluasi perbaikan sistem WBS;
  4. Tidak diperkenankan untuk melakukan hal-hal sebagai berikut, namun tidak terbatas pada: 
    • Berhubungan dengan pihak terlapor untuk memperoleh penjelasan mengenai fakta yang diadukan ataupun klarifikasi atas pengaduan; 
    • Mendiskusikan kasus yang ditangani dengan pihak yang tidak terkait/berwenang; 
    • Berusaha untuk melakukan investigasi atau wawancara atas kasus yang dilaporkan tanpa izin dari pihak yang berwenang.

05
Perlindungan Bagi Pelapor

Perusahaan menjamin perlindungan terhadap pelapor dari segala bentuk ancaman, intimidasi, ataupun tindakan tidak menyenangkan dari pihak manapun selama Pelapor menjaga kerahasiaan identitas dan pelaporan pelanggaran yang diadukan kepada pihak manapun. Pemberian perlindungan kepada pelapor, dapat ditolak atau dihentikan apabila terdapat bukti bahwa yang bersangkutan tidak melakukan kewajibannya dalam menjaga kerahasiaan identitas diri dan laporannya.

Dalam hal Pelapor atau petugas TPA dan/atau Petugas Investigasi menerima ancaman terhadap pekerjaan fisik, hak remunerasi maupun, fasilitas pekerjaan yang diterima dari Perusahaan, maka Pelapor menyampaikan permohonan perlindungan kepada Penanggungjawab WBS melalui Pengelola WBS.Perlindungan ini juga berlaku bagi para pihak yang melaksanakan investigasi maupun pihak-pihak yang memberikan informasi terkait dengan pengaduan tersebut.

organ wbs

06
Organ WBS - Pupuk Indonesia

Organ WBS PI adalah sebagai berikut:

organ wbs

07
Media Pelaporan

Perusahaan menyediakan media pelaporan dugaan pelanggaran melalui website, e-mail, telepon, dan desk pengaduan yang dapat digunakan oleh pelapor, yaitu:

E-mail   :   pihclean@pupuk-indonesia.com
Telepon   :   (021) 53654900 extension 6620
Website   :   https://pihclean.pupuk-indonesia.com
Desk Pengaduan   :  

Tim WBS PIHC – Kantor Pusat

PT Pupuk Indonesia (Persero)

Gedung Pusri Lantai 6

Jalan Taman Anggrek – Kemanggisan Jaya, 

Jakarta, 11480

organ wbs

08
Mekanisme Pelaporan dan Penanganan Aduan

Setiap orang dapat melaporkan dugaan pelanggaran yang terjadi di lingkungan Perusahaan melalui WBS dengan mekanisme sebagai berikut:

 

09
Sanksi Dan Penghargaan

Sanksi Atas Pelanggaran

  1. Setiap Insan Perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku di Perusahaan.
  2. Sanksi bagi Karyawan yang melakukan pelanggaran ditetapkan oleh Direksi setelah mendapat laporan dari atasan langsung karyawan yang bersangkutan.
  3. Sanksi bagi Dewan Komisaris dan Direksi yang melakukan pelanggaran diputuskan oleh Pemegang Saham.
  4. Bila Mitra Kerja atau Stakeholders lain yang melakukan pelanggaran, maka akan dikenakan ketentuan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak. Apabila terkait dengan tindak pidana dapat diteruskan kepada pihak yang berwajib

 

Penghargaan

  1. Penghargaan diberikan kepada Pelapor yang telah beritikad baik dan berjasa menyampaikan pengaduan pelanggaran, dengan ketentuan sebagai berikut:
    • Telah terbukti terjadi pelanggaran;
    • Pengaduan telah selesai ditindaklanjuti oleh Tim Investigasi.
  2. Penghargaan diberikan dalam bentuk:
    • Piagam; dan/atau
    • Insentif sesuai ketentuan yang berlaku di Perusahaan.
  3. Penghargaan diberikan berdasarkan Keputusan Direksi dan atas persetujuan Pelapor.

Lanjutkan Penelusuran

X
Hasil Pencarian Untuk:
search
Pusat Pelayanan Pelanggan +62 811-9918-001

Pusat Pelayanan Pelanggan

Kantor Pusat:
Jl. Taman Anggrek Kemanggisan Jaya
Jakarta, 11480
Indonesia

Hotline: +62 800 100 800 1
SMS:

Telepon: +62 21 536 54 900
Faksimili:

E-mail:
konsumen@pupuk-indonesia.com

Cek Status Aduan
close

Pusat Pelayanan Pelanggan

alert Tidak boleh dibiarkan kosong
alert Mohon Isi email dengan format yang benar
alert Tidak boleh dibiarkan kosong

Kantor Pusat:
Jl. Taman Anggrek Kemanggisan Jaya
Jakarta, 11480
Indonesia

Hotline: +62 800 100 800 1
SMS:

Telepon: +62 21 536 54 900
Faksimili:

E-mail:
konsumen@pupuk-indonesia.com

Instagram: @pt.pupukindonesia
Twitter: @pupuk_indonesia
Facebook: PT Pupuk Indonesia
PT Pupuk Indonesia Customer Care
Youtube: —
Google+: —

close

Terima Kasih

Telah Menghubungi

PUPUK INDONESIA

top
BACK TO TOP