Hadiri Rembuk Tani, Menko Zulhas: Sekarang Pupuk Datang Sebelum Tanam
Palembang, 1 Mei 2026 - PT Pupuk Indonesia
(Persero) memastikan stok pupuk bersubsidi tetap terjaga sesuai dengan
ketentuan dari Pemerintah, agar diterima petani tepat waktu. Menteri
Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan (Menko Zulhas)
melalui kegiatan "Rembuk Tani" di Palembang, Jumat (1/5/2026)
memastikan langsung bahwa pupuk bersubsidi telah tersalurkan sebelum musim
tanam di Sumatera Selatan dimulai.
Menko
Zulhas mengungkapkan bahwa transformasi tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi
telah memberikan dampak besar. Ia membandingkan kondisi sebelumnya dengan
situasi saat ini, di mana terjadi peningkatan serapan pupuk yang cukup
signifikan. Selain itu juga terdapat peningkatan produktivitas pertanian
nasional.
"Dulu
(alokasi pupuk bersubsidi, Red) 6 juta ton setahun, sekarang 9,5 juta ton. Dulu
pupuk datang setelah panen, sekarang pupuk sudah datang sebelum tanam.
Dampaknya, produksi petani kita meningkat hingga 8 persen,” ungkap Menko
Zulhas.
Menurutnya,
berbagai perbaikan tersebut turut berkontribusi terhadap capaian sektor pangan
nasional. Ia mengungkapkan bahwa Indonesia kini berhasil menekan ketergantungan
terhadap impor beras.
“Pada
tahun 2024 lalu kita masih mengimpor beras sebesar 4,5 juta ton. Namun di tahun
2025, kita tidak lagi impor beras, bahkan sudah surplus sekitar 4,2 juta ton,”
kata Menko Zulhas.
Di
kesempatan yang sama ia juga memberikan apresiasi kepada Pupuk Indonesia.
Keberhasilan pendistribusian pupuk bersubsidi hingga terwujudnya swasembada
pangan nasional tidak lepas dari kontribusi Pupuk Indonesia.
Menurut
Menko Zulhas, langkah transformasi yang dilakukan oleh Pupuk Indonesia,
khususnya dalam perubahan skema bisnis dari cost plus menjadi mark to market
ini mampu meningkatkan efisiensi industri pupuk nasional.
“Terima
kasih kepada Pupuk Indonesia yang telah mengubah sistem dari cost plus menjadi
mark to market. Ini mampu menghemat hingga 20 persen, sehingga harga pupuk bisa
didiskon sekitar 20 persen. Dalam lima tahun ke depan, efisiensi ini
memungkinkan pembangunan hingga tujuh pabrik baru,” jelasnya.
Capaian
ini menjadi indikator kuat bahwa transformasi tata kelola penyaluran pupuk
bersubsidi mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan
kesejahteraan petani. Melalui kegiatan “Rembuk Tani”, Pemerintah menegaskan
komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi antara pemerintah, BUMN, dan
petani guna memastikan distribusi pupuk yang efektif, efisien, dan tepat
sasaran.
Di
tempat yang sama, Direktur Keuangan Pupuk Indonesia, Wono Budi Tjahyono
menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah terhadap kinerja Pupuk
Indonesia dalam menyalurkan pupuk bersubsidi lebih efisien. Kemudahan-kemudahan
yang diberikan Pemerintah untuk petani, ungkapnya, menjadikan penyerapan pupuk
bersubsidi lebih optimal.
Khusus
untuk Sumatera Selatan, tambahnya, Pemerintah tahun 2026 mengalokasikan pupuk
bersubsidi sebanyak 315.380 ton. Terdiri dari Urea 136.404 ton, NPK Phonska
173.889 ton, NPK Khusus Kakao 70 ton, pupuk organik Petroganik 4.490 ton, dan
ZA 527 ton.
Adapun
penebusan yang dilakukan petani Sumatera Selatan di awal tahun ini cukup
tinggi, yaitu 129.768 ton. Realisasi penyaluran selama April 2026 ini sekitar
41 persen dari alokasi.
"Serapan
awal tahun ini cukup tinggi. Hal ini tidak lepas dari kemudahan-kemudahan yang
diberikan Pemerintah melalui perubahan tata kelola penyaluran pupuk
bersubsidi," tandas Wono Budi.