Serapan Tinggi, Pupuk Indonesia Siapkan Stok Pupuk Bersubsidi hingga 205 Ribu Ton untuk Indonesia Timur
Makassar, 23 April 2026 - Memasuki musim tanam
April-September, PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan stok pupuk bersubsidi
wilayah Regional 4 sebanyak 205.451 ton. Stok ini di atas ketentuan minimum
yang ditetapkan Pemerintah dan cukup untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani Indonesia
Timur selama 4 hingga 5 pekan ke depan.
Regional
CEO 4 Pupuk Indonesia, Wisnu Ramadhani pada "Media Gathering Regional
4" di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (22/4/2026) menjelaskan bahwa, stok
ini terdiri dari pupuk Urea, NPK Phonska, NPK Formula Khusus Kakao, Organik,
ZA, dan SP-36. Stok per tanggal 20 April 2026 ini sekarang sudah berada di
gudang lini III atau gudang penyangga tingkat kabupaten/kota, gudang Pelaku
Usaha Distribusi (PUD), dan gudang milik Penerima Pupuk pada Titik Serah
(PPTS).
"Pupuk
ini siap ditebus petani untuk mendukung peningkatan produktivitas di musim
tanam April-September. Untuk itu kami berharap petani mengoptimalkan stok ini
dengan melakukan penebusan," ujar Wisnu.
Ia
menambahkan, stok yang selalu dijaga Pupuk Indonesia sesuai dengan ketentuan
Pemerintah ini juga mendukung peningkatan realisasi penebusan pupuk bersubsidi
di wilayah Regional 4. Dimana penebusan di hingga April 2026 ini mencapai
357.227 ton, atau sekitar 21 persen dari total alokasi pupuk bersubsidi untuk
wilayah Regional 4 selama 2026 sebesar 1.689.794 ton.
Tingginya
serapan pupuk di Indonesia Timur ini juga memberikan kontribusi pada besarnya
penyerapan pupuk nasional. Pada periode yang sama, realisasi penyaluran pupuk
bersubsidi nasional mencapai 2,85 juta ton atau sekitar 29% dari total alokasi
sebesar 9,85 juta ton. Capaian ini menunjukkan bahwa penyaluran pupuk
bersubsidi di wilayah Regional 4 berjalan dengan baik dan terus mengalami
peningkatan, seiring dengan penguatan sistem distribusi serta dukungan
digitalisasi dalam proses penebusan pupuk oleh petani.
Lebih
lanjut, Wisnu mengungkapkan, tingginya serapan pupuk bersubsidi di awal tahun
ini juga didukung kemudahan akses petani yang diberikan Pemerintah melalui
sejumlah perubahan. Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 menyederhanakan tata
kelola distribusi pupuk bersubsidi menjadi lebih terintegrasi dan efisien yang
disempurnakan pada Peraturan Presiden Nomor 113 tahun 2025.
"Banyak
sekali kemudahan yang diberikan. Selain penurunan HET (Harga Eceran Tertinggi)
pupuk bersubsidi sebesar 20 persen untuk semua jenis pupuk bersubsidi pada
Oktober 2025 lalu, petani juga sudah bisa menebus pupuk bersubsidi sejak awal
tahun, tidak lagi menunggu birokrasi yang panjang," kata Wisnu.
Ia
juga menjelaskan, untuk mendukung kelancaran distribusi pupuk bersubsidi di
wilayah Regional 4, Pupuk Indonesia menyiapkan sejumlah fasilitas, antara lain
107 PUD dan 2.207 PPTS. Adapun PUD dan PPTS ini tersebar di Sulawesi
Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara,
Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua
Tengah, dan Papua Barat Daya.
Sementara
itu, Media Gathering Regional 4 ini diikuti oleh sejumlah media dari berbagai
platform, mulai dari televisi, online, media cetak di Sulawesi Selatan. Wisnu
menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam
memberikan pemahaman yang komprehensif kepada publik terkait tata kelola
penyaluran pupuk bersubsidi sesuai penugasan Pemerintah.
Selain itu, melalui forum ini, Pupuk Indonesia juga mengajak insan media untuk turut berperan aktif dalam menyampaikan informasi sehingga mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional. Wisnu memandang pentingnya peran media dalam mengawal swasembada pangan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat sinergi dan komunikasi dengan rekan-rekan media sebagai mitra strategis perusahaan. Kami berharap kolaborasi ini dapat membantu menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat serta mendukung kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi,tutup Wisnu.